Hal - Hal Yang Harus Dilakukan Setelah Lulus Kuliah
Sekian tahun bersusah-payah sekolah, memang bukan jaminan mudah untuk mendapatkan pekerjaan. Bayangkan berapa banyak uang yang telah diinvestasikan orang tua kita sejak play group hingga tamat universitas.
Bukankah ketika anaknya lulus sarjana, merupakan satu titik yang disebut return on investment ? Bukankah ini saatnya untuk memetik hasil ? Bukan berarti orang tua mau berbisnis kepada anaknya.
Barangkali memang hampir tidak ada orang tua yang hitung-hitungan dengan anaknya. Tapi minimal harapan mereka, anaknya akan bisa berdiri sendiri. Tidak lagi menjadi beban orang tua atau masyarakat.
Seharusnya dengan pendidikan tinggi yang mereka dapatkan, akan memeliki hidup yang jauh lebih layak. Bukankah kesuksessan seorang anak di masyarakat merupakan kebanggaan bagi orang tuanya ?.
Tapi pekerjaan itu juga tidak mudah didapat. Apakah kita akan diam saja ? Kenapa kita tidak mengubah pola pikir kita ? Daripada mencari kerja yang memang tidak ada, kenapa tidak menciptakan lapangan pekerjaan saja ?
Kenapa harus jadi karyawan atau pegawai ? Kenapa tidak menjadi wirausahawan ? Kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk diri sendiri, teman, keluarga atau lingkungan terdekat.
Semakin maju usaha kita tentu akan bisa lebih banyak memperkerjakan orang lain. Bukankah ini berarti kita menyediakan lapangan pekerjaan buat orang lain ?. Memiliki mentalintas pebisnis yang tangguh memang tidak mudah, semua harus dibangun dari awal.
Setidaknya sikap hemat, jujur dan sederhana, haruslah dimiliki oleh setiap orang yang ingin membangun usahanya. Kalau usaha itu dilakukan dengan serius, konservatif, hati-hati dan realistis, ada keyakinan bahwa cepat atau lambat bisnis itu akan berhasil.
Sikap ekonomis dan gemar menabung harus dimulai sedini mungkin. Kalau setiap orang menabung, dan kemudian bermitra dengan temannya untuk membuat usaha, berarti satu langkah telah dilalui untuk bisa memulai karena modal sudah ada di tangan, walaupun dalam skala kecil.
Nanti dengan berkembangnya usaha bisa mengundang investor baru atau mencari dana lewat bank. Kalau usaha sudah maju, memakai uang bank yang ada bunganya tidak akan menjadi masalah, Karena jumlah pekerjaan yang didapatkan bisa membayar bunganya.
Lantas jenis usaha apa ? Membangun dan memiliki usaha sesuai dengan bidang dan hobi kita sungguh sangat menyenangkan. Akan sangat menarik kalau bisa menciptakan bisnis-bisnis yang lebih spesifik, lebih modern, yang kalau bisa berwawasan teknologi.
Jadi ikut berkembang dengan zaman, dan kalau bisa bersaing di dunia global. Tapi bukan berarti berdagang di pinggir jalan bukan sesuatu yang tidak baik, namun alangkah baiknya jika Anda mampu membuat peluang dan berfikir sesuai dengan taraf pendidikan, kemampuan dan pengalaman Anda.
Kalau Anda sarjana pertanian bisa membuat usaha perkebunan sawit yang sukses. Kalau Anda dokter hewan, bisa membuat klinik hewan dan bisa memberikan jasa pelayanan kesehatan bagi peternakan-peternakan hewan. Bukankah itu pekerjaan besar ?
Sebagai sarjana sastra bisa membuat usaha penerbitan buku, yang juga bukan bisnis kecil. Tidak hanya ilmunya saja dikuasai, tapi aspek-aspek lain yang berhubungan dengan bisnis kita.
Ada masalah keuangan, perbankan, marketing, pajak, peraturan pemerintah dan lain-lain. Kalau pada akhirnya nanti akan membutuhkan orang-orang yang kompeten dibidangnya masing-masing, itu suatu kemajuan.
Memang tidak mudah menjadi pebisnis. Menjadi pebisnis berarti tidak pernah punya waktu istirahat yang pasti. Seringkali mereka bekerja sampai malam hari, bahkan pada hari libur pun.
Namun daripada menganggur, lebih baik membuat usaha sendiri. Tapi tentu saja, itu juga tidak semudah mengucapkan, seperti bagaimana modal (finansial) pertama. Kuncinya, miliki tekad bulat untuk menjadi wirausahawan.
Niscaya jalan terkuak sedikit demi sedikit. "Jika tidak disiplin, kita akan cenderung menunda-nunda pekerjaan. Berdisiplin, berarti kita harus mau mengorbankan kesenangan pribadi".
Baca Juga :
#semangatberbagiilmu Bagikan artikel dengan icon social media dibawah ini supaya temanmu juga mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
No comments
Post a Comment