Bangkit Nurcahyo

Kebutuhan Real VS Kebutuhan Yang Direncanakan

Manakah yang lebih besar, kebutuhan yang sesungguhnya (real) atau kebutuhan yang direncanakan?

 

Kenyataannya, sebagian besar manusia memiliki kecenderungan  bahwa kebutuhan real atau kebutuhan yang sesungguhnya lebih besar daripada kebutuhan yang direncanakan. Kadang, apa yang kita rencanakan bisa jauh melenceng dari apa yang kita lakukan. Misalnya, bulan ini kita sudah memiliki rencana untuk tidak jajan di luar dan memasak sendiri di rumah. Namun pada kenyataannya, kita kadang tergoda untuk jajan di luar karena mungkin makanannya terlihat lebih enak daripada di rumah. Bagaimana dengan kebutuhan-kebutuhan lain yang nilainya lebih material? Banyak diantara kita yang mungkin tidak terlalu disiplin memenuhi kebutuhan sesuai dengan yang sudah direncanakan.

 

Simak saja contoh berikut ini!

 

Seorang mahasiswa di Kota Malang sedang membuat daftar kebutuhan untuk dirinya selama satu bulan. Dia sudah bertekad untuk menghemat agar bisa menabung. Berikut ini adalah daftar kebutuhan yang dibuat selama satu bulan.

 

Prediksi Kebutuhan Selama Satu Bulan

 

1. Uang kos (Rp 200.000,00)

2. Uang makan 2 x 5000 x 30 (Rp 300.000,00)

3. Fotokopi dan kebutuhan kuliah (Rp 100.000,00)

4. Perwatan diri (Rp 50.000,00)

5. Lain-lain (Rp 50.000,00) 

Total (Rp 700.000,00)

 

Asumsi :

 

1. Kos-kosan yang dipilih adalah yang sederhana.

2. Makan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore.

3. Literatur sebisa mungkin meminjam di perpustakaan atau kakak tingkat namun bila tidak mungkin foto kopi adalah jalan keluar.

4. Perawatan yang dimaksud adalah kebutuhan untuk membeli sabun muka, sabun mandi, sikat gigi, dan lain sabagainya.

5. Lain-lain adalah hal-hal yang tidak terduga.

 

Daftar kebutuhan di atas adalah daftar kebutuhan yang direncanakan, namun pada kenyataannya?

 

Kebutuhan Real

 

1. Uang kos (Rp 200.000,00)

2. Uang makan 3 x 5000 x 30 (Rp 450.000,00)

3. Foto kopi dan kebutuhan kuliah (Rp 50.000,00)

4. Perwatan diri (Rp 250.000,00)

5. Lain-lain (Rp 10.000,00)

Total (Rp 960.000,00)

 

Kenyataannya :

 

1. Biaya kos-kosan sama dengan rencana karena memang sudah disepakati.

2. Makan tiga kali sehari karena sering lembur tugas-tugas kuliah.

3. Oleh karena masih semester awal maka kebutuhan foto kopi tidak terlalu banyak.

4. Biaya perawatan diri membengkak karena pengaruh teman-teman pergaulan.

5. Lain-lain tidak terlalu besar.

 

Ternyata antara kebutuhan yang direncanakan dengan kebutuhan yang sesungguhnya terjadi bisa jauh berbeda. Bila kita melihat kedua daftar tersebut, diperoleh selisih antara rencana dengan yang sesungguhnya terjadi sebesar Rp 260.000,00. Jumlah yang cukup signifikan bukan?

 

Real VS Rencana

 

Lalu, apa tujuan dari perencanaan bila kenyataannya berbeda dengan yang sudah direncanakan? Dalam bab selanjutnya, akan dijelaskan bahwa salah satu tujuan dari perencanaan keuangan pribadi adalah untuk mengetahui total kebutuhan kita, serta membandingkannya dengan yang sesungguhnya terjadi. Dengan begitu, kita bisa mengetahui mengapa terjadi selisih (bila terjadi selisih) dan bagaimana memperbaikinya.

 

Adapun beberapa alasan yang menyebabkan pengeluaran yang sesungguhnya bisa melenceng jauh dengan apa yang sudah direncanakan, diantaranya adalah : 

 

1. Pada Dasarnya Harga Memang Berbeda

Kadang kita tidak mengetahui persis harga pasti atau harga yang sesungguhnya. Bisa saja harga kebutuhan yang kita tulis pada anggaran pribadi memiliki jumlah lebih rendah atau mungkin lebih tinggi dari kenyataannya. Dapat pula terjadi jika harga yang berbeda tersenut kita peroleh di tempat yang berbeda. Kebutuhan di luar Jawa misalnya, relatif lebih mahal dibandingkan dengan kebutuhan di Jawa.

 

2. Pengaruh Lingkungan

Lingkungan memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam membelanjakan penghasilan kita. Terlebih jika kita adalah tipe orang yang mudah terpengaruh. Bila tidak kuat dengan pengaruh gaya hidup yang dibawa oleh teman, maka kita akan mengikuti gaya hidup baru tersebut sekalipun untuk itu kita harus menderita.

 

3. Adanya Kebutuhan Yang Tidak Terduga

Kebutuhan yang tidak terduga merupakan hal yang tidak bisa kita prediksi dan antisipasi. Misalnya, tiba-tiba saja kita harus membantu teman yang tidak memiliki uang dan berada dalam kesulitan.

 

4. Adanya Peristiwa Di Luar Rencana

Contoh peristiwa yang tidak direncanakan di antaranya, orang tua terlambat atau bahkan tidak mengirim uang kuliah karena beberapa alasan. Bisa juga atau orang tua mengirimkan uang namun jumlahnya lebih sedikit daripada yang seharusnya dikirim.

 

Setiap orang termasuk kita hampir selalu memiliki deviasi pengeluaran, artinya pengeluaran yang sudah kita rencanakan baik-baik bisa jauh berbeda dengan pengeluaran yang sesungguhnya. Beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut sudah dibahas di atas. Di antara beberapa faktor tersebut, mungkin faktor pengaruh lingkungan adalah faktor utama sekalipun terlihat sepele. Bukankah kadang kita membeli sesuatu bukan karena kita butuh tapi karena terpengaruh?

 

Sebelumnya : Mengenal Lebih Dekat Dengan Cash In - Cash Out

Selanjutnya  : Kebutuhan VS Keinginan

 

Judul : Cash Flow Manajemen Untuk Pemula   

No comments

Post a Comment